![]() |
KENDAL – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI bersama Mabes TNI melakukan peninjauan langsung pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul munculnya sorotan publik terhadap lokasi pembangunan koperasi yang berada di kawasan perbukitan dan dinilai relatif jauh dari pusat aktivitas masyarakat.
Peninjauan lapangan yang berlangsung pada Jumat itu dipimpin Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Setia Pria Husada, didampingi jajaran Mabes TNI serta unsur terkait. Tim turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menilai kesesuaian pembangunan dengan rencana pengembangan wilayah desa.
Dari hasil pengecekan, BPKP menilai lokasi KDKMP tidak dapat dipandang sebagai bangunan yang berdiri sendiri. Sebaliknya, keberadaannya merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan terpadu yang telah disusun pemerintah desa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik dalam jangka panjang.
“Kami hadir langsung ke lapangan karena pengawasan harus melihat fakta secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan foto atau potongan informasi yang beredar. Setelah melihat kondisi riil, kami menemukan bahwa lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada,” ujar Setia Pria Husada.
Berdasarkan pemaparan yang diterima tim pengawas, kawasan sekitar KDKMP dirancang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat. Selain pembangunan koperasi, pemerintah desa juga merencanakan pembangunan pusat pemerintahan dan administrasi desa yang baru di area tersebut.
Tak hanya itu, lahan di seberang lokasi koperasi diproyeksikan menjadi kawasan bumi perkemahan yang akan berfungsi sebagai gerbang pendakian menuju Gunung Prau. Kawasan wisata alam tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Menurut Setia, prinsip utama pengawasan pembangunan adalah memastikan setiap program memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat serta didukung oleh perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Karena itu kami melihat langsung keterkaitan lokasi ini dengan arah pengembangan desa ke depan,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, tim BPKP juga mencatat sejumlah potensi ekonomi yang dapat menjadi basis usaha koperasi. Kecamatan Plantungan selama ini dikenal sebagai daerah penghasil berbagai komoditas unggulan seperti kopi, jagung, sayuran, hingga sektor peternakan yang menjadi sumber penghidupan warga.
Sementara itu, Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Shohali menjelaskan bahwa penentuan lokasi KDKMP telah melalui proses musyawarah bersama pemerintah desa dan mempertimbangkan arah pembangunan kawasan di masa mendatang.
“Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan perencanaan desa. Ke depan kawasan ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pengembangan ekonomi desa, hingga pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan bumi perkemahan dan jalur pendakian Gunung Prau berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi kerakyatan.
Dengan konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Kediten diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi simpul yang menghubungkan sektor pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan.
