![]() |
| Gambar Ilustrasi (UjungPublik) |
Tuban, becikinfo.com | Percepatan penyediaan listrik bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tuban mulai menuai sorotan. Di tengah klaim PT PLN yang menyebut sekitar 80 persen titik telah teraliri listrik, sejumlah pengurus di lapangan justru mengeluhkan lambannya realisasi pemasangan.
Manager ULP PLN Tuban, Baskoro Ocky Widodo, menegaskan bahwa program penyediaan listrik untuk KDMP merupakan prioritas utama. Hingga awal April 2026, mayoritas titik disebut telah mulai beroperasi.
“Sekitar 80 persen sudah menyala dan ini menjadi prioritas kami,” ujarnya, Senin (8/4/2026).
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa realisasi belum sepenuhnya merata.
Realisasi Dinilai Belum Maksimal
Di Kecamatan Merakurak, Ketua KDMP Desa Kapu mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu sambungan listrik, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sejak awal tahun.
“Semua berkas sudah kami lengkapi sejak Januari, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ungkapnya.
Keterlambatan ini dinilai berdampak langsung terhadap operasional koperasi, sekaligus memperlambat pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa.
“Kami berharap ada langkah konkret dari PLN agar ini tidak menjadi hambatan bagi program KDMP secara keseluruhan,” tambahnya.
PLN: Ada Kendala Teknis di Lapangan
Menanggapi keluhan tersebut, PLN menjelaskan bahwa keterlambatan disebabkan oleh sejumlah faktor teknis. Di antaranya kesiapan bangunan KDMP yang belum sepenuhnya rampung, serta keterbatasan jaringan listrik di beberapa wilayah pedesaan.
“Jika jaringan belum tersedia, kami akan mengusulkan penambahan ke PLN UP3 Bojonegoro,” jelas Baskoro.
Salah satu contoh disebutkan terjadi di KDMP Rawausan, Kecamatan Jenu, yang masih membutuhkan tambahan jaringan. Proses pengadaan tiang listrik telah berjalan dan pemasangan dijadwalkan segera dilakukan.
Selain itu, faktor akses menuju lokasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan jaringan.
“Selama akses jalan memungkinkan, kami optimistis realisasi bisa dipercepat. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak desa maupun Babinsa,” imbuhnya.
Klarifikasi PLN: Tinggal Satu Titik Proses
Terkait keluhan di Merakurak, PLN mengklarifikasi bahwa dari sejumlah pengajuan yang masuk, saat ini hanya tersisa satu titik yang masih dalam tahap proses, yakni KDMP Sumber Jero.
“Saat ini kabel meter masih dalam proses perakitan di Bojonegoro,” terang Baskoro.
PLN juga menyatakan terbuka untuk koordinasi lanjutan dengan pengurus KDMP guna memastikan seluruh permohonan terdata dan ditindaklanjuti secara optimal.
Di akhir pernyataannya, PLN menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi sekaligus menegaskan komitmen untuk mempercepat realisasi program.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami berkomitmen mempercepat karena ini merupakan program prioritas nasional,” pungkasnya.
